Senin, 23 Maret 2015

Tuhan Berkata Tentang Wanita Cantik



Tuhan berkata tentang wanita cantik

Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan
Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya
Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang lain menyerah dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh
Aku memberinya kepekaan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapinya dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya
Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu
Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun ia butuhkan
Kau tahu :
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada

Sabtu, 14 Maret 2015

Perfect and imperfection

Sebelum menikah, rasanya calon pasangan
hidup kita adalah makhluk terbaik yang Allah
ciptakan di muka bumi ini, dia adalah manusia
sempurna di mata kita dan tiada yang dapat
menandingi. Namun setelah lamaran, mulai
banyak terlihat pemuda/pemudi lainnya yang
setara dengan dia, bahkan hati terasa ragu dan
terus terdengar bertalu-talu; benarkah ia
jodohku?
Setelah menikahinya, woow… tiba-tiba saja
banyak yang terlihat lebih menarik dari pada
pasangan hidup kita. Dan setelah menikah
beberapa tahun, rasanya kok yaa semua orang
lebih baik dan menarik daripada pasangan hidup
sendiri?!
Di mana letak kesalahannya? Apakah pasangan
hidup kita telah menyembunyikan borok dan
keburukannya sebelum menikah? Sehingga saat
kita mengetahuinya kita merasa ilfil? Ataukah
pasangan hidup kita kurang menjaga
penampilan setelah menikah sehingga rasa cinta
kita memudar padanya?
jawaban sebenarnya ada pada
hadits Rasulullah sebagai berikut:
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah
penuh berisi emas, pasti ia menginginkan
lembah kedua! Dan tidak ada yang bisa
memenuhi mulutnya kecuali dengan tanah. Dan
Allah akan menerima taubat siapa yang mau
bertaubat!” (Shahih Muslim, no.1738)
Dari hadits tersebut kita akan tahu bahwa
kesalahan sebenarnya sangat mungkin bukan
bersumber dari pasangan hidup kita, melainkan
dari ketamakan dan kerakusan diri kita sendiri.
Bercerai dengan suami karena ia terlihat hitam
dan kulitnya kasar? Cobalah menikahi pria lain,
boleh jadi malah mendapatkan suami dengan
kulit putih dan halus, tapi ternyata pemalas dan
tidak mau menafkahi keluarga! Aiih…
Jika seorang pria menikahi semua wanita cantik
di seluruh Jawa, sudahkah nafsunya terpuasi?
Belum tentu! Bisa jadi dia masih ingin menikahi
wanita tercantik di Pulau Sumatera!
Yaaa… begitulah tabiat manusia, selalu merasa
tidak cukup! Maka, penting bagi kita untuk
belajar bersikap qonaah, merasa cukup dengan
apa yang Allah berikan untuk kita.
sekarang… bisakah kita melihat
bahwa pasangan hidup kita saat ini adalah yang
terbaik untuk diri kita? Dengan segala kelebihan
dan setumpuk kekurangannya, Allah menebar
banyak hikmah dalam pertemuan dan
bersatunya kita dengannya. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui dan kita tidak mengetahui.