Jelajah Bondowoso: Air Terjun, Tancak Jomblo - Tancak Kembar
Air terjun Tancak Kembar terletak di lereng gunung argopuro, lebih tepatnya di desa andungsari, kecamatan pakem, kabupaten bondowoso. Letaknya yang cukup dekat dari pusat kota bondowoso menjadikan tempat ini tujuan wisata yang cocok untuk liburan bersama keluarga. Bahkan tiap hari libur tempat ini banyak dikunjungi muda-mudi untuk memadu kasih. Namun akses jalan yang tidak terawat membuat perjalanan menuju air terjun ini butuh sedikit perjuangan.Sabtu, 28 Juni 2014. Seperti biasa, saya berangkat dari jember bersama irina menuju kediaman sanak saudara di kota bondowoso. Tepat pukul 9 pagi saya sampai, langsung membangunkan mas agung yang pada saat itu masih tertidur. Sembari menunggu mas agung siap-siap, tidak lupa saya mengajak gunawan, saudara saya yang lain.
Pukul 10.10, kami berangkat dari rumah saudara saya di kecamatan kotakulon, tepatnya di belakang smp negeri 7 bondowoso. Motor kami arahkan ke barat menuju arak-arak. Karena tekanan ban motor mas agung kurang, kami berhenti untuk sekedar mengisi angin.
Selesai mengisi angin, kami lanjutkan perjalanan. Memasuki kawasan arak-arak, jalan yang meliuk-liuk menggoda kami untuk mereng-mereng. Sampai di papan penunjuk jalan ini kami belok kiri.
Setelah melewati jalan menanjak yang cukup panjang, akhirnya kami sampai di pusat penelitian kopi dan kakao desa andungsari.
Maju sedikit terdapat papan penunjuk jalan menuju tancak kembar.
Mengikuti papan penunjuk jalan, kami belok kiri menuju tancak kembar. Kondisi jalan berubah menjadi jalan tanah setapak.
Sempat terjadi accident disini. Mas agung sempat terjatuh karena kondisi tanah yang gembur membuat jalan menjadi agak licin. Setelah memastikan tidak ada yang terluka dan kondisi motor, kami melanjutkan perjalanan. Baru saja berjalan, motor didepan kami terjatuh. Seraya kami berhenti untuk menolong mereka.
Setelah istirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan meninggalkan mas-mas yang tadi kami tolong. Sampai di tempat penambangan batu pecah, kami diharuskan ekstra hati-hati melewati jalan ini.
Kondisi jalan menjadi sangat sempit, disebelah kanan tebing sementara disebelah kiri jurang. Jalan setapak hanya cukup untuk satu motor saja. Saya sempat was-was disini karena batas antara jurang dan jalan setapak yang tertutup semak belukar sehingga tidak kentara. Dengan ekstra hati-hati, akhirnya kami sampai di air terjun pertama sebelum tancak kembar. Kami namakan air terjun ini tancak si jomblo. Alasannya sederhana, karena air terjun ini sendirian, sementara air terjun setelah ini ada pasangannya.
| Tancak Si Jomblo dari kejauhan |
| Irina dibawah tancak si Jomblo |
| Tancak Si Jomblo (versi tim jelajah bondowoso) |
Setelah istirahat sebentar disini, kami melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama kami yaitu tancak kembar. Dari sini jalan semakin sempit. Kanan kiri banyak semak belukar yang sangat lebat.
Setelah berjuang melewati jalan yang licin dan menghindari semak belukar di kanan kiri, akhirnya kami sampai di titik dimana perjalanan tidak bisa dilanjutkan dengan kendaraan. Kami memarkir motor di tempat seadanya. Disana kami bertemu dengan pak yon, petugas yang sedang membersihkan semak belukar disekitar air terjun ini.
Setelah bercengkrama dengan pak yon ini, kami mendapat informasi bahwa air terjun ini akan dikelola kembali oleh pemda bondowoso. Pak yon disini bertugas untuk membersihkan semak belukar disepanjang jalan menuju tancak kembar, karena sebetulnya jalan menuju tempat ini lebar. Dulu pada saat masih dikelola, mobil bisa masuk sampai titik tempat kami memarkir motor. Namun karena tidak dikelola lagi akhirnya banyak semak belukar tumbuh menutupi jalan menuju air terjun ini.
| Bercengkrama dengan Pak Yon |
| Tempat parkir motor |
Setelah cukup lama kami mengobrol bersama pak yon, kami permisi untuk menuju tancak kembar. Dari sini air terjun sudah terlihat, hanya saja tertutup lebatnya pepohonan disekitar situ. Kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang telah ada.
Karena kami semua mendapat "panggilan alam", kami putuskan untuk berhenti sebentar sekedar melaksanakan kewajiban untuk mendapatkan "wangsit".
| Ritual untuk mendapatkan "wangsit" |
Setelah lega mendapatkan "wangsit", kami lanjutkan berjalan. Sekitar 5 menit kami berjalan, akhirnya tancak kembar menyapa kami.
Ternyata disini banyak orang pacaran! Terhitung ada dua pasangan muda-mudi memadu kasih.
Walaupun bikin iri, tidak kami hiraukan mereka. Tancak kembar lebih menarik perhatian kami daripada mereka. Tancak kembar ini terdiri dari dua air terjun setingggi 77m. Aliran air terjun yang sebelah kanan jauh lebih deras daripada yang sebelah kiri.
Tidak lupa sedikit narsis, juga sebagai perbandingan tinggi air terjun ini dengan saya.
Tidak lupa juga sedikit keindahan panorama disekitarnya.
Lama perjalanan dari bondowoso (kecamatan kotakulon) sampai air terjun ini sekitar 1 jam, sangat dekat sekali dari pusat kota. Koordinat dari tancak kembar ini adalah -7.934435,113.696180
Dikirim oleh Nama: Nurul Darajat Sufianto, Facebook: Nurul Darajat Sufianto Email: nurul.darajat@gmail.com | 22 Desember 2014, Pkl 6:29 pm | InfoBondowoso.NET
Tidak ada komentar:
Posting Komentar